ALASAN SAYA MEMILIH JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN IPB

Saya mahasiswa yang berasal dari Vietnam dan mendapat beasiswa untuk kuliah di Indonesia. Salah satu jurusan yang saya pilih adalah jurusan teknologi pangan. Banyak orang menanyakan kenapa saya memilih teknologi pangan? Awalnya alasan penting saya memilih jurusan ini adalah saya mau mengembangkan pengolahan makanan halal di Vietnam. Orang muslim yang berkunjung ke Vietnam, pasti selalu dibayangi dengan pertanyaan “waduh makanannya haram semua di sini, ada yang halal ga ?”. Mencari makanan halal di Vietnam itu susah-susah gampang. Dengan mayoritas penduduk beragama Budha , makanan halal yang paling mudah ditemui adalah makanan Vegetarian. Coba saja cari di sebelah pagoda-pagoda yang besar (salah satunya di jalan Nam Ki Khoi Nghia), biasanya pagoda selalu disertai oleh rumah makan vegetarian. Makanan halal berikutnya adalah makanan Malaysia atau makanan India, dengan investasi Malaysia yang kini nomor satu di Vietnam (mengalahkan Jepang dan Korea) makanan Malaysia pun mulai menjamur. Saya mau membuat makanan khas Vietnam yang halal dan mengolah berbagai produk instan seperti makanan kaleng, mi, snack, sosis, dan lain-lain untuk semua orang muslim di Vietnam maupun di negara lain. Biasanya makanan kaleng atau makanan bungkusan halal di Vietnam kebanyakan diimport dari negara lain seperti Thailand, Indonesia, Malaysia dan beberapa negara di Eropa. Ada beberapa makanan bungkusan halal buatan dari Vietnam tetapi kehalalannya masih belum bisa dipastikan, karena orang yang membuatnya bukan orang muslim, sehingga mereka tidak mengetahui syarat-syarat makanan halal yang benar. Untuk melindungi masyarakat dari produk-produk yang berbahaya dan merugikan kesehatan, saya harus belajar untuk mencari ilmu dan pengalaman lebih dalam tentang makanan halal. Seperti di Indonesia, para produsen diharuskan mempunyai izin resmi dari pemerintah., karena itu, semua produk makanan, obatan-obatan dan kosmetik harus mendapatkan izin dan pengesahan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM). Sedangkan produk yang ditujukan kepada  konsumen pemeluk agama Islam, perlu mencantumkan label halal. Proses penelitian, pengkajian dan keputusan terhadap label halal ini dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Lembaga ini akan meneliti, mengkaji, menganalisis dan memutuskan apakah suatu produk makanan dan minuman aman dikonsumsi, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi agama Islam. LPPOM MUI juga memberikan rekomendasi, merumuskan ketentuan dan bimbingan kepada masyarakat tentang makanan dan minuman halal yang aman dikonsumsi. Saya dikuliahkan di Indonesia, karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam yang tentunya dilindungi dari produk-produk yang haram atau diragukan kehalalannya, terutama produk makanan dan minuman. Oleh karena itu, produk yang mengklaim sebagai produk halal wajib melakukan sertifikasi halal. Saya memilih Institut Pertanian Bogor (IPB), karena program studi teknologi pangan di IPB ini dikenal paling bagus di Indonesia, sehingga pasti akan banyak menyoroti perkembangan produk halal. (Hidup mahasiswa !!!!!!Pasti gemilang 46!!!!!!)

Sekarang saya mengerti bahwa teknologi pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan pembuatan makanan atau minuman. Pangan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kehidupan bangsa serta memegang peranan penting dalam perekonomian (Menurut UU No 7 tahun 1996). Dunia pangan merupakan suatu area yang sangat penting bagi manusia, dilihat dari manfaatnya sehari-hari, makanan merupakan suatu kebutuhan yang mau tidak mau kita konsumsi untuk bertahan hidup. Bukan hanya manusia, tumbuhan, hewan dan segala jenis makhluk hidup lainnya memerlukan makanan, maka tidak heran jika pangan disebut sebagai suatu faktor yang terlibat dalam suatu jaringan kehidupan dan salah satu ciri-ciri makhluk hidup yaitu “makan”. Begitu banyak manfaat yang dapat kita ambil dari dunia pangan, sedangkan penerimaan makanan serta terkait dengan prosesnya itu dianggap baik atau tidak dalam suatu negara, tergantung dari segi ekonomi, sosial, adat, budaya, bahkan regional setiap individu negara yang menerapkan proses dan mengkonsumsinya. Tanpa memandang hal itu, kini kita memahami begitu pentingnya pangan bagi tubuh, keluarga, masyarakat, serta negara.
Namun alangkah lebih baiknya lagi jika kita mengerti bukan hanya definisi dan arti akan makanan itu sendiri, tapi juga proses yang baik, karena kita tidak dapat menghindari bahwa adanya makanan yang baik itu memang terjadi dari proses pengolahan yang baik pula.

Info di bawah ini sebagai tambahan untuk menjelaskan proses mendapatkan izin serta kehalalan dari LPPOM MUI


Proses Sertifikasi

Dalam proses pengajuan sertifikasi halal ini, pemeriksaan dan audit dilakukan dengan mengunjungi ke lokasi produsen. Para auditor dari LPPOM MUI ini akan akan memeriksa dan meneliti kandungan yang terdapat pada bahan baku utama, bahan tambahan, bahan penolong, maupun bahan lain yang digunakan dalam aliran proses. Untuk bahan baku lokal, surat keterangan halal bisa diperoleh di MUI daerah. Sedangkan untuk produk yang menggunakan bahan baku impor harus memperoleh surat keterangan yang dikeluarkan oleh lembaga Islam yang diakui MUI.

Selain itu, bahan-bahan yang diperolah dari lokasi pembuatan akan dibawa untuk diteliti di laboratorium. Hasil lab ini lalu dievalusi dalam rapat tenaga ahli LPPOM MUI yang terdiri dari ahli gizi, pangan, teknologi pangan, biokimia, teknik pemrosesan, dan bidang terkait lainnya. Hasil keputusan rapat akan diteruskan ke sidang Komisi Fatwa MUI untuk memutuskan kehalanan suatu produk .


Kehalalan

Persyaratan tentang suatu makanan dan minuman halal menurut LPPOM MUI harus memenuhi sejumlah ketentuan, yaitu :

  1. Tidak mengandung babi dan bahan bahan yang berasal dari babi, serta tidak mengandung atau menggunakan alkohol sebagai bahan campuran atau ingredient yang sengaja ditambahkan ke dalam produk makanan atau minuman.
  2. Tidak mengandung bahan yang diharamkan menurut syariat Islam, seperti bahan yang berasal dari organ manusia, darah, dan kotoran-kotoran.
  3. Bahan-bahan yang berasal dari hewan dalam proses penyembelihannya harus dilakukan dengan ketentuan syariat Islam.
  4. Semua tempat penyimpanan, tempat pengolahan, tempat penjualan, dan maupun alat transportasinya harus bersih dan halal, serta tidak boleh menggunakan bekas babi. Namun bila pernah dipergunakan untuk babi, binatang lain, atau barang tidak halal lainnya terlebih dahulu harus dibersihkan dengan tata cara yang diatur menurut syariat Islam.

http://www.anneahira.com/makanan-dan-minuman-halal.htm

Search
Archives